Minggu, 22 April 2012

Tugas IBD : materi 7 tentang manusia dan pandangan hidup


MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

1.     Pandangan Hidup dan Ideology
Ideology menurut William (1959) mengandung dua hal, yaitu :
·         Unsur-unsur  filsafat yang digunakan, atau unsure yang digunakan sebagai dasar suatu kegiatan,
·         Pembenaran intelektual untuk seperangkat norma-norma.
Munandar Sulaiman (1987: 76) menyimpulkan pendapat Lenski (1974) yang menyatakan bahwa ideology merupakan komponen dasar terakhir dari system-sistem sosiobudaya. Bagai masyarakat, ideology tersusun dari 3 unsur, yaitu :
1)      Pandangan hidup
2)      Nilai-nilai
3)      Norma-norma
Pandangan hidup cenderung diikat oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai pelengkap nilai-nilai dalam pembuatan pembenaran atau rasionalisasi nilai-nilai. Pandangan hidup member I semangat pada nilai-nilai. Norma berbeda dengan nilai karena digunakan untuk hampir seluruh aturan khusus, sebaliknya nilai digunakan untuk pengertian umum. Norma berlaku untuk menentukan perilaku perintah, atau larangan untuk suatu kewajiban dari peranan spesifik dalam suatu spesifik pula. Dengan demikian ideology lebih luas dibandingkan dengan pandangan hidup. Ideology tidak digunakan untuk hubungan individu tetapi untuk hal yang lebih luas, seperti ideology Negara, masyarakat atau kelompok tertentu.

2.     Makna Cita-cita
Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap hidup. Semua itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia
Ada tiga kategori keadaan hati seseorang, yaitu :
·         Berhati keras
Tidak berhenti berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia tidak menghiraukan rintangan, tantangan, segala kesulitan yang dihadapinya. Orang yang berhati keras biasanya mencapai hasil gemilang dan sukses hidupnya.
·         Berhati lunak
Dia berusaha mencapai cita-citanya dengan cara menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Namun ia tetap mencapai cita-cita itu. Karena biarpun lambat ia akan berhasil juga capai citanya.
·         Berhati lemah
Mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Bila menghadapi kesulitan cepat-cepat ia berganti haluan, berganti keinginan.
Cita-cita, keinginan, harapan banyak menimbulkan karya kreatifitas seniman. Banyak hasil seni seperti drama, novel, film, music, tari, filsafat, yang lahir dari kandungan cita-cita, keinginan, harapan dan tujuan.



3.     Makna Kebajikan
Kebajikan pada hakikatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral, atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsure itu terpisah bila manusia meninggal. Karena merupakan pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri, perasaan sendiri, cita-cita sendiri,dsb. Justru karena itu, karena mementingkan sendiri, seringkali manusia tidak mengenal kebajikan. Manusia merupakan makhluk social : manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesame anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan,dsb.
Manusia sebagai makhluk Tuhan,diciptakan oleh tuhan dan dapat berkembang karena Tuhan. Untuk itu manusia dilengkapi kemampuan jasmani dan rohani, juga fasilitas alam sekitar seperti tanah, air, tubuh-tumbuhan, dsb.
Untuk melihat apa itu kebajikan , kita harus melihat dari tiga segi, yaitu manusia sebagai pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan manusia sebagai makhluk Tuhan. Manusia sebagai pribadi dapat menentukan baik-buruk. Yang menentukan baik-buruk itu suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan baik atau tidak. Jadi suara itu merupakan hakimterhadap diri sendiri, suara hati sebenarnya telah memilih yang baik, namun manusia seringkali tidak maumendengarkan.
Jadi kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat, dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berlaku sopan, santun, berbahasa baik, bertingkahlaku baik, ramah, berpakaian sopan agar tidak terangsang yang melihatnya.
4.     Makna Sikap Hidup
Sikap hidup adalah perasaan hati dalam menghadapi hidup ini. Sikap itu bisa fositif, bisa negative, bisa apatis atau optimis atau pesimis,bergantung kepada pribadi orang itu dan juga lingkungannya.
Setiap manusia mempunyai kadar sikap. Kadar sikap yang dimilki manusia satu sama lain tidak sama. Sikap orang dapat berubah sekonyong-konyong karena situasi dan kondisi lingkungan.
Dalam menghadapi kehidupan, yang berarti manusia menghadapi manusia lain atau menghadapi kelompok manusia ada beberapa sikap etis dan non etis. Sikap etis itu adalah sikap positif. Sedangkan sikap non etis disebut sikap negative. Ada tujuh sikap etis yaitu : lincah, tenang, halus, berani, arif, rendah hati dan bangga.
Sikap non etis atau sikap negative ialah : kuku, gugup, kasar, takut, angkuh, dan rendah hati. Sikap-sikap itu harus dijauhkan dari diri pribadi, karena sangat merugikan baik diri sendiri maupun kemajuan bangsa. Selain itu ada sikap dalam menghadapi keluarga, menghadapi saudara yang tua atau muda, menghadapi orang yang ada di rumah kita.
Dalam rangka menciptakan keadilan social bagi bangsa Indonesia, yang pada hakikatnya menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia, pemerintah berusaha menanamkan sikap-sikap positif bagi bangsa Indonesia. Sikap-sikap itu antara lain : bekerja keras, gotong royong, hak dan kewajiban, suka menolong, dan sikap mkenghargai pendapat orang lain.

5.     Manusia dan Pandangan Hidup
Pandangan hidup berupa suatu penggaris yang mungkin dapat dikatakan dengan kata-kata sebagai rumusan atau formula, tetapi juga tak dapat dinyatakan dengan rumusan, penyebabnya :
a.      Orang sulit menyusun perasaan, pikiran dan kejiwaannya
b.      Dia sendiri menyadari bahwa mungkin ia dapat berbuat / bertindak yang melangggar prinsip” yang dikatakan.
c.       Dan kwatir kalau ada kritik besar dan penyelewengan pandangan hidup dari anak-anak atau orang yang dibimbing.
Pandangan hidup adalah juga falsafat hidup. Sesuai dengan arti filsafat yaitu cinta akan kebenaran tentulah bentuk kebenaran yang akan dicapai adalah kebenaran yang dat diterima oleh siapa saja. Pandangan hidup dimiliki oleh semua orang atau semua golongan. Maka penggolongan yang paling ringan adalah pandangan berdasarkan :
a.      Beragama, beriman
b.      Tidak beragama tapi mengikuti garis ajaran satu atau lebih dari agama yang ada.
c.       Matrealistik dan sekuler
Pandangan hidup untuk orang Indonesia artinya : “ bagi seluruh warganya adalah ; falsafah Negara yaitu pancasila, meskipun mungkin secara perorangan dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnnya menyimpang dari sila pertama : ketuhanan yang maha Esa, sila kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradab tetapi ia masih dianggap warga Negara yang berpancasilais.

OLEH : HILMAN TRIANA / 17111822 / 1KA20

Tugas IBD : materi 6 tentang manusia dan penderitaan


Manusia dan Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata dasar derita. Yang dalam bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Jadi dapat diartikan derita adalah menanggung atau merasakan suatu yang tidak menyenangkan.
Dalam Al-Qur’an maupun kitab suci lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaaan yang dialami manusia itu sebagai peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umumnya manusia tidak memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.
Hal itu, misalnya dalam surat Al-Balad ayat 4 dinyatakan “ manusia ialah hidupnya yang penuh perjuangan “. Ayat tersebut diartikan, bahwa manusia bekerja keras untuk dapat melangsungkan hidupnya. Untuk kelangsungan hidup ini manusia harus menghadapi alam ( menaklukan alam, menghadapi masyarakat, dan tak boleh lupa taqwa kepada Tuhan. Apabila manusia melalaikan salah satu dari pada-Nya, maka manusia akan menderita. Bila manusia itu telah berkeluarga, maka keluaganya pun akan menderita. Penderitaan semacam itu ada di kehidupan sehari-hari. Baik di kota maupun desa, bila orang malas bekerja tentu ia akan menderita hidupnya.
2.     Makna Siksaan
Berbicara tentang siksaan, maka terbayang di ingatan kita tentang dosa dan neraka. Dalam kitab suci Al-Qur’an banyak sekali surat dan ayat yang membicarakan siksaan ini.
Macam siksaan dan bentuk siksaan bertebaran antara 69 buah dari surat al-ankabut, antara lain ayat 40 yang menyatakan :
“ masing-masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa-dosanya. Ada diantaranya kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum Aad, ada yang di ganyang dengan halilintar bergemuruh dasyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan ke dalam tanah seperti Qarun, dan ada pula kami tenggelamkan seperti kaum Nuh. Dengan siksa-siksaan itu, Alllah tidak menganiaya mereka, namun merekalah yang menganiaya diri sendiri, karena dosa-dosanya “.
Dalam Al-Qur’an surat-surat lain banyak berisi jenis dan ancaman siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, makan riba, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dsb.
3.     Makna Rasa Sakit
Rasa sakit adalah rasa yang tidak enak bagi si penderita. Rasa sakit akibat menderita penyakit, atau sakit.
Rasa sakit atau penyakit tak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Menderita sakit tak dapat direncanakan, kalau datang , datang juga, sedangkan manusia hanya dapat berikhtiar menyembuhkan atau sekutrang-kurangnya mengurangi rasa sakit.
Penderitaan, rasa sakit, dan siksaan merupakan rangkaian peristiwa yang satu dengan lainnyatak dapat dipisahkan, merupakan rentetan sebab-akibat.
Rasa sakit atau penyakit dapat menimbulkan daya kreatifitas manusia. Banyak hasil seni budaya seperti cerpen, novel, film ataupun seni foto yang mengungkapkan berbagai rasa sakit.
Rasa sakit ada hikmahnya, antara lain dapat mendekatkan diri penderita kepada Tuhan, dapat menimbulkan rasa kasihan terhadap penderita, dapat membuka rasa keprihatinan manusia, rasa social, dermawan,dsb.
4.     Neraka
Berbicara tentang neraka, maka lazimnya kita tentu ingat kepada dosa. Juga terbayang dalam ingatan kita yang luar biasa. Tergambar pula dalam ingatan kita suatu rasa sakit dan penderitaan hebat.
Manusia masuk neraka karena dosa. Oleh karena itu, bila kita berbicara tentang neraka tentu berkaitn dengan dosa. Berbicara tentang dosa berarti juga berbicara tentang kesalah.
Dalam Al-Qur’an banyak surat yang berisi tentang siksaan di neraka, atau ancaman siksaan. Surat-surat itu antara lain surat Al-Fath ayat 6 yang berbunyi :
“ Dan supaya dia menyiksa orang-orang yang munafik laki-laki dan perempuan yang mempunyai prasangka jahat terhadap Allah. Mereka mendapat giliran buruk. Allah memurkai mereka, dan menyediakan neraka jahanam baginya. Dan neraka jahanam itu seburuk-buruknya tempat kembali”.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tak lepas dari kesalahan. Kesalah itu sengaja atau tidak, tetap salah dan mendapat hukuman itu sesuai dengan kesalahan. Siapa yang menghukum tergantung pada keselahan itu.


OLEH : HILMAN TRIANA / 17111822 / 1KA20

Tugas IBD : materi 5 tentang manusia dan keadilan


MANUSIA DAN KEADILAN


Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit yang menyangkut dua orang atau benda.

Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proposi tersebut berarti ketidakadilan.

Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

Sikap – sikap yang harus dipupuk guna mewujudkan keadilan antara lain :
•Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan,
•Sikap adil terhadap sesama,
•Sikap suka memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan,
•Sikap suka bekerja keras, dan
•Sikap menghargai karya orang lain.

Berbagai Macam Keadilan
-Keadilan Legal atau keadilan Moral
-Keadilan Distributif
-Keadilan Komutatif

Kejujuran

Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemulian abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, agama dengan sempurna, apabila lidahnya tidak suci.

Kecurangan

Pengertian kecurangan adalah Apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani.
Tujuan seseorang melakukan kecurangn adalah memperoleh segala sesuatu hal yang diinginkan tapi dilakukan dengan cara yang sah.

Faktor – Faktor yang menyebabkan seseorang berlaku curang antara lain :
•Faktor Ekonomi,
•Faktor Kebudayaan,
•Faktor Peradaban, dan
•Faktor Teknologi

Pemulihan Nama Baik

Pengertian pemulihan nama baik adalah nama yang tak tercela. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya, bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak.

Pembalasan

Pembalasan adalah reaksi atas perbuatan orang lain yang dilakukan kepada kita yang kita ungkapkan baik secara positif maupun negative. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan , pergaulan yang bersabahat mendapat balasan yang bersahabat, sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.

Manusia tidak akan lepas dan sangat membutuhkan keadilan dalam kehidupannya,karena manusia memiliki Hak Asasi Manusia yang merupakan suatu kodrati yang dimiliki seseorang sejak ia dilahirkan,salah satunya adalah hak untuk mendapatkan suatu keadilan.

Dengan terciptanya keadilan di kehidupan ini,pastinya akan tercipta suatu keadaan yang tentram,aman dan indah karena setiap individu akan merasakan rasa "adil" dalam dirinya.



OLEH : HILMAN TRIANA / 17111822 / 1KA20

Tugas IBD : materi 4 tentang manusia dan keindahan


Manusia dan Keindahan


Definisi manusia

Dari segi ilmu eksakta , manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu Kimia). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai system fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika) . Dari segi ilmu biologi manusia merupakan mahkluk biologis yang tergolong dalam golongan mahkluk mamalia.
1. Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait yaitu:
·  Jasad
·  Hayat
·  Ruh
·  Nafas
2. Manusia sebagai satu kepribadian 3 unsur yaitu:
·  ID
·  Ego
·  Superego
Hakekat manusia
o Mahkluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
o Mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna jika dibandingkan dengan mahkluk lainnya
o Mahkluk Biokultural yaitu mahkluk hayati dan budayawi
o Mahkluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

Definisi keindahan

Keindahan berasal dari kata Indah, Keindahan adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia.
Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.
Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bila mana dilihat (Id qout visum placet).
Khalil Gibran mengungkapkan bahwa Keindahan adalah sesuatu yang menarik jiwamu. Keindahan adalah cinta yang tidak memberi namun menerima.
Menurut Baumgarten adalah Keindahan adalah keselur uhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian- bagian yang saling berhubungan satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “ Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan), dalam bahasa Inggris Keindahan diterjemahkan dengan kata “Beautiful”, bahasa Perancis “Beau” , Italia dan Spanyol “Bello” , kata-kata itu ber asal dar i bahasa Latin “Bellum” , akar katanya adalah “Bonum” yang berarti Kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “Bonellum” dan terakhir dipendekkan menjadi “bellum”.
Dapat membedakan antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah
Keindahan dalam suatu kualitas yang abstrak adalah keindahan yang tak dapat terlihat secara fisik dan bersifat tidak beraturan, tetapi nilai dari keindahan itu dapat dirasakan,seperti contoh keindahan ketika merasakan angin yang berhembus. Sedangkan keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah adalah kebalikan dari Keindahan dalam suatu kualitas yang abstrak, dimana keindahan itu dapat dirasakan, dilihat maupun dapat dikenang selama kita mengingatnya.

Nilai estetika

Kata estetika berasal dari kata Aesthesiss yang artinya perasaan atau sensitivitas, karena memang pada awalnya pengertian ini berhubungan dengan lidah dan perasaan. Dalam pengertian teknis, Estetika adalah ilmu keindahan atau ilmu yang mempelajari keindahan, kecantikan secara umum. Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut Nilai Estetik.

Membedakan nilai ekstrinsik dan nilai intrinsik

Nilai instrinsik adalah nilai yang terkandung dari benda atau sesuatu itu sendiri, yang bersifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Sedangkan nilai ekstrinsik adalah nilai yang berasal dari luar benda atau sesuatu itu sendiri yang bersifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (Instrumental/ Contributory value), yakni nilai yang ber sifat sebagai alat atau membantu.





OLEH : HILMAN TRIANA / 17111822 / 1KA20